Main

Mahluk Paling Egois

Gambar - Foto


Mengenai apa itu? Ya, rupanya kita ini ialah makhluk yang egois. Saya ketahui itu waktu guru kami menanyakan, “Apa memang betul, kalian menyukai suami sebab Allah? Coba periksa lagi tujuannya”. Oke, saya tahan beradu alasan, sebab saya ingin dengar keterangan dari pak guru kenapa beliau menjelaskan semacam itu.


“Kalian katakan, menyukai suami sebab Allah kan? Tetapi kalian geram waktu suami berselingkuh, itu aksi egois. Sebab rasa amarah yang kalian punyai itu bukan lantaran Allah, tetapi sebab nafsu! nah itu baru betul menyukai sebab Allah. Jika rupanya suami menikah lagi, ya resmi saja, sebab Allah membolehkan serta Rosululloh saja melakukan”.

Deg! Dalam sekali penuturannya. Hal penting yang terkait dengan kemauan kita dalam menyukai suami. Apa memang betul sebab Allah atau cuman nafsu semata-mata?
Tersisip cerita seorang wanita namanya Rabiatul Adawiyah.

Tetapi Rabiatul Adawiyah menampiknya, raja juga makin ingin tahu serta makin terus-menerus mendekatinya. Sampai Rabiatul Adawiyah menanyakan faktanya kenapa raja benar-benar ingin membuatnya istri. Jawaban raja, “Sebab saya terpikat pada matamu”.

Merindingkah dengar serta membacanya? Ya, tentunya. Jika,
Lanjut kembali lagi. Pak guru menanyakan kembali lagi, “Jika satu waktu suami kalian wafat. Apa kalian menangis? Tentunya. “Tidakkah kalian tahu jika suami kalian itu punya Allah! Lalu kenapa kalian berasa begitu berduka. Ingat, kalian mencintainya sebab Allah atau sebab nafsu?
Tidak berasa air mata saya jatuh… Begitu rupanya sejauh ini saya terjerat dalam lingkaran nafsu semata-mata. Ingin mempunyai penuh suami serta beberapa anak. Berasa mereka ialah beberapa orang yang saya cintai serta saya punya.
Begitu kematian itu benar-benar ada. Tidak akan menjauh, tentu merapat. Tidak akan pilih kasih, sebab semua akan berjumpa dengan maut. Sampai pada akhirnya kita akan ketahui jika semuanya yang kita kerjakan akan diminta pertanggung jawabannya. Ya Rabb… Tanpa daya serta usaha terkecuali dengan kuasa-Mu.